Bangunan Masjid Wapauwe, Masjid Tertua di Maluku

Masjid Wapauwe memiliki arsitektur yang unik dan sekarang berusia 7 abad. Masjid tertua di Maluku masih kuat hingga saat ini dan memiliki beberapa koleksi sejarah.

Islam menyebar di Indonesia ratusan tahun yang lalu, jadi tentu saja ada masjid yang berusia ratusan tahun.

Nah, salah satu masjid tertua di Indonesia adalah Masjid Mapauwe. Masjid ini terletak di desa Kaitetu, Distrik Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Dibangun pada 1414 dan masih kuat sampai sekarang.

Bangunan Masjid Wapauwe, Masjid Tertua di Maluku

Bangunan masjid ini awalnya disebut sebagai Masjid Wawane karena dibangun oleh keturunan Islam Jailolo dari Moloku Kie Raha (empat Pegunungan Maluku), Pernada Jamilu, di lereng Gunung Wawane dibangun.

Namun kemudian Masjid Wawane dipindahkan ke Kampala Tehala pada tahun 1614, yang terletak 6 km sebelah timur Wawane. Ini terjadi karena kedatangan Belanda pada tahun 1580 di negara itu mengganggu kenyamanan penduduk setempat dalam pelayanan.

Ketika Belanda mampu menaklukkan seluruh negara Hitu, penduduk daerah pegunungan dibawa ke pantai. Karena kebijakan ekonominya, masjid dipindahkan ke Ateu pada tahun 1664, yang sekarang disebut Desa Kaitetu.

Setelah pindah, nama masjid menjadi Wapauwe. Nama itu diadopsi karena bangunan masjid dibangun kembali di tempat yang ditumbuhi pohon mangga hutan (grey mangga), yang di Kaitetu disebut wapa. Masjid Wapauwe berarti sebuah masjid yang dibangun di bawah pohon mangga abu-abu.

Masjid Wapauwe mempertahankan bentuk aslinya dan berdiri di sebidang tanah yang oleh penduduk disebut Teon Samaiha. Arsitekturnya persegi dengan ukuran 10 x 10 meter dan unik. Masjid ini dibangun dengan pin kayu untuk menyatukan semua bagian. Itu bisa robek dan dipindahkan.

Masjid tertua di Maluku terdiri dari Gaba-Gaba (daun sagu kering) dan atap jerami. Namun setelah renovasi setengah dinding dibuat dengan campuran kapur. Selain itu, beranda dengan ukuran 6,35 x 4,75 meter ditambahkan.

Tidak hanya eksterior, tetapi juga interior masjid masih sangat terawat. Seperti biasa di Jawa, masjid ini juga memiliki mimbar. Mimbar masjid 2×2 meter itu berbentuk seperti kursi dan terbuat dari kayu. Bagian atas dihiasi dengan lengkungan dan ukiran kayu. Karena ukurannya yang relatif besar, langkah-langkah tersebut telah ditambahkan ke langkah-langkah.

Karena di dalam masjid terdapat juga bangunan joglo yang khas, yaitu Sakaguru dalam bentuk empat kolom, yang terletak di tengah-tengah bangunan tradisional Jawa. Atapnya juga dipengaruhi oleh bangunan Jawa dalam bentuk kanopi bertingkat. Di atas Sakaguru adalah atap limas dengan kemiringan yang agak tajam, diikuti oleh atap yang miring, persis seperti atap bangunan tradisional Jawa. Menara ini terbuat dari kayu silindris dengan alur dan bagian yang dibentuk.

Meskipun masjid telah dipindahkan dan diperbaiki beberapa kali, Masjid Wapauwe tetap asli karena tidak mengubah bentuk inti masjid sama sekali. Nah, bisa dibilang masjid ini adalah masjid tertua di negara ini, yang keasliannya telah dipertahankan hingga hari ini.

Tidak hanya memiliki arsitektur yang unik, lihat di sana. Masjid Wapauwe juga memiliki benda-benda bersejarah. Salah satunya adalah manuskrip Alquran, salah satu manuskrip tertua di Indonesia. Naskah Imam pertama Masjid Wapauwe, Imam Muhammad Arikulapessy, ditulis tanpa hiasan di tepinya. Naskah itu selesai pada 1550 dan masih terpelihara dengan baik. Hanya ada naskah Cahya yang ditulis tangan pada tahun 1590 oleh cucu Imam Arikulapessy di atas kertas Eropa.

Selain itu, buku Baranzi (Barzanji) adalah puisi pujian kepada Rasulullah SA, kumpulan naskah khotbah lama, kalender Islam dari 1407 M, dan naskah-naskah Islam yang ada yang dibuka sebagai tahun. Semua peninggalan sejarah ini adalah warisan klan Hatuwe dan dijaga oleh Abdul Rachim Hatuwe, XII. Keturunan Imam Muhammad Arikulapessy. Semuanya ada di Rumah Hatuwe, 50 meter dari Masjid Wapauwe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *